Indonesia disiapkan jadi pusat HALAL dunia.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal tingkat dunia akan mendeklarasikan satu standar halal yang dibuat resmi oleh pemerintah Indonesia. Ini dilakukan agar Indonesia bisa menjadi pusat halal di tingkat internasional.

Dipastikan, lembaga sertifikasi halal tersebut, berasal dari negara-negara besar, di antaranya dari Amerika, Afrika, dan New Zealand.

“Nantinya, dalam acara International Halal Bisnis and Food (IHBF) Expo akan hadir lembaga halal dunia, dari Amerika, Afrika, dan New Zealand. Kami ingin mendeklarasikan standar halal yang sedang dibuat, agar Indonesia menjadi pusat halal dunia,” ujar Direktur Eksekutif LPPOM MUI Lukmanul Hakim, saat ditemui wartawan, di Jakarta, Rabu (14/7/2010).

Direcanakan, MUI bakal mengundang beberapa pembicara dalam satu talkshow terkait makanan halal, di antaranya berasal dari Uni Eropa, Kedutaan Besar Amerika. “Nantinya mereka akan menjadi pembicara mengenai kebijakan dan standar halal tersebut,” katanya.

Tema yang ingin disampaikan kepada masyarakat, jelas Lukman, adalah sertifikasi yang dinilainya sangat penting. Sementara saat ini, ungkapnya, dari produk yang beredar yang punya sertifikasi halal sangat sedikit. “Apa penyebabnya, karena mereka merasa tidak ada untungnya memakai label halal,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi terkait seberapa penting sertifikasi halal bagi pengusaha makanan terhadap jaminan produk halal, dirinya menegaskan hal tersebut merupakan hal yang wajib dilaksanakan. “Saya jamin, karena semua berada dalam pengawasan, soal kesehatan dan keamanan apabila suatu produk dinyatakan halal, sudah pasti produk tersebut halal dan sehat,” tegasnya.

Diagendakan, MUI bakal mengadakan IHBF Expo yang akan dilaksanakan di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 23 Juli-25 Juli mendatang, dan akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Boediono.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara IHBF Exfo Rifda Ammarina mengatakan, acara ini sangat special karena terdapat talk show tentang pentingnya halalnya sebuah produk. Peserta expo terdiri dari pengusaha makanan, minuman, kosmetik, perbankan syariah, asuransi syariah, dan travel agen. Selain itu, akan melibatkan peserta dari beberapa negara jadi penguasa lokal. “Nantinya mereka bisa memajang produknya ke negara lain,” ujar Rifda.

Rifda mengatakan, target peserta expo tersebut sebanyak 150 peserta. Sementara itu, dirinya baru menerima sekira 100 peserta. “Maka dari itu, kami imbau ke masyarakat usaha, untuk ikut menjadi peserta demi suksesnya acara ini,” katanya.

Dirjen Bimas Islam di Kementerian Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan, jaminan produk halal akan dibuat regulasinya oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Mungkin berupa undang-undang,” pungkasnya.

Dijelaskannya, apabila masyarakat ingin mendapatkan informasi terkait IHBF bisa klik http://www.IHBFmui.com. Acara ini didukung oleh Kementerian Agama, Kementerian Pertanian, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan. (css/okezone) (http://www.dakwatuna.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s