Halaqoh dan temu kader NU Banjarnegara


“bagai tanaman yang layu yang kian perlahan segar karena siraman air yang lama kering kemplontang”. begitulah gambaran tentang segarnya semangat motivasi para kader Nu Banjarnegara siang itu (31/07/2010) untuk kembali membangun dan merapatkan barisan jamiyyah /organisasi setelah tadi siang segenap Pengurus Cabang NU Banjarnegara bertemu muka, bertemu pikir untuk bersilaturahim dalam acara Halaqoh dan Temu Kader Nu Banjarnegara, acara tersebut dipelopori sepenuhnya oleh LAKPESDAM NU BANJARNEGARA dengan mengangkat tema ” Loyalitas Organisasi sebagai Upaya
membangun Integrasi Bangsa” hadir dalam acara itu dua narasumber hebat yaitu  KH.DR.Muhammad Roqib, Mag dan Gus Ahmad Muwwafiq S.Ag M.Hum,

dari beliau-beliau ini mendapat banyak sekali wejangan dan masukan, akan kemana dan bagaimanakan NU Banjarnegara kini dan kedepan.

Konsolidasi awal NU adalah Aqidah,jadi selagi aqidah belum lepas dari porosnya NU tak mempermasalahkan sebagai ancaman,itu salah satu bahasan halaqoh siang tadi yang diucapkan oleh gus muwwafiq,
yang menarik juga siang itu beliau mengatakan ” NU itu serakah semua diambil

yang lama maupun yang baru,sebagaimana ungkapan Al Muhafadhatu ‘alaqodimi sholih ….dst, kontan disambut gelegar tawa para jamaah dalam forum halaqoh disalah satu Aula Pon-pes Miftahussholihin Brayut, yang memang acara  tersebut memilih pon-pes tersebut sebagi shohibul baitnya,yang sebelumnya direncanakan digedung korpri, namun kerena ada halangan untuk menempati disana sehingga terpilihlah miftahussholihin sebagi tuan rumah,kembali topik bahasan,karena beliau ini memang pandai memainkan kata dan mengurai berbagai akar sejarah sampai melucupun aspek sejarahnya kena juga, sehingga siang itu suasana jadi cair dan tidak menegangkan. dan hal semacam ini  harus juga dilakukan dan dimiliki oleh kader NU  dalam rangka mendakwahkan NU ”ungkap beliau.
dipenghujung obrolan bang muwwafiq “sapaan akrabnya”menyitir satu ungkapan yang tak asing lagi dikalangan NU
Laa islama illa biquwwati,
laa quwwata illa bijama’ati
laa jama’ata illa bi immaroti,
laa immarota illa bi tho’ati..

dari ungkapan ini dikontekstualisasikan dengan keadaan kekinian terutama di daerah-daerah yang sedang hot-hotnya membicarakan pemililihan bupati,yang sangat ironis krisis kepercayaan rakyat kepada pemimpinya, seakan telah menjadi suatu syistem dimasyarakat kita, dan pesan beliau” NU mempunyai tanggung jawab atas permasalahan keadaan ini!!”.

begitupun tak kalah menariknya materi halaqoh yang disampaikan oleh DR.KH Muhammad Roqib, MAg, dari STAIN Purwokerto, yang tadi siang mengetengahkan bahasan” Membumikan Gerakan NU Sebagai Organisaasi Kader dan Kontrol Sosial berbasis ajaran aswaja” disamping beliau seorang akademisi yang profesional beliau juga seorang NU tulen sehingga pemaparanya dan penyampaian tentang NU beliau sangat lihai. (mizan)

3 responses to this post.

  1. Gambar postingan acara eh malah blm ke uploud…

    Balas

  2. MANSTRAB OY

    Balas

  3. Posted by queen on Juli 31, 2010 at 11:49 pm

    sukses buat nu banjar aja

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s